Thursday, April 10, 2014

KABUPATEN KARO, SUMATRA UTARA Status Gunung Sinabung Turun

AKTIVITAS vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatra Utara, terus menurun. Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menurunkan status Gunung Sinabung dari awas (level IV) menjadi siaga (level III) terhitung sejak Selasa (8/4) mulai pukul 17.00 WIB.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, berdasarkan rekomendasi PVMBG, masyarakat yang berada dalam radius 3 kilometer yakni di Desa Sukameriah, Bakerah, dan Simacem tetap harus berada di pengungsian. “Sedangkan masyarakat yang berada di luar radius 3 km yang berpotensi terancam guguran lava dan luncuran awan panas, yaitu Desa Gurukinayan, Kutatonggal, Berastepu, Gamber, dan Dusun Sibintun agar tetap diungsikan,“ kata Sutopo dalam siaran persnya kemarin.

Adapun warga Desa Mardinding, Perbaji, Selandi, Sukanalu, Sigarang-garang, Kutarakyat, Kutagugung, Kutatengah, dan Dusun Lau Kawar bisa kembali ke rumah masing-masing. Kepala BNPB Syamsul Maarif telah memerintahkan BNPB dan BPBD mempersiapkan pemulangan pengungsi. (RO/N-3/MEDIA INDONESIA,10/04/2014, HAL : 10)

Monday, February 17, 2014

Pengungsi Sinabung Mulai Dipulangkan

PENGUNGSI Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, mulai dipulangkan ke desa masingmasing yang berada di zona aman. Pemulang an pengungsi tersebut meru pakan program Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kabupaten Karo.

Pemulangan pengungsi dilakukan sejak Jumat (14/2) sekitar pukul 19.00 WIB dan dilanjutkan pada Sabtu (15/2). Pada hari pertama, BNPB memulangkan pengungsi dari Desa Harimokayu dan Desa Batu Karang, Kecamatan Payung.

Kemudian, pada Sabtu (15/2), BNPB memulangkan pengungsi dari Desa Naman, Desa Cibang, dan Desa Ujung Payung, Kecamatan Payung.

Warga kelima desa yang dipulangkan tersebut berada di kecamatan yang sama, yaitu Kecamatan Payung.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB
Sutopo Purwo Nugroho, warga desa yang telah kembali berjumlah 5.783 jiwa.

Di Jawa Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur rutin memantau perkembangan gerakan vulkanis Gunung Gede.

“Gunung Gede memang masih aktif. Namun, dari hasil pemantauan terakhir sekitar seminggu yang lalu, statusnya masih dinyatakan normal,” kata Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Suhara, kemarin.

Di sisi lain, BPBD Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai kemarin, masih terus memantau perkembangan aktivitas dua gunung api di daerah itu.

Pemantauan itu dilakukan terhadap Gunung Rokatenda di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, dan Gunung Lewotobi Perempuan di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur.

(JH/BK/PO/N-1/ MEDIA INDONESIA, 17/02/2014)

Monday, February 3, 2014

Korban Bencana Gunung Sinabung

15 Orang Tewas Akibat Erupsi Gunung Sinabung
Jumlah korban tewas akibat erupsi Gunung Sinabung, Kapubaten Karo, Sumatera Utara pada Minggu (2/2/2014) menjadi 15 orang atau bertambah satu orang dibanding Sehari sebelumnya Sabtu (1/2/2014) yang tercatat 14 orang. Sementara itu hingga pukul 13.00 Gunung Sinabung masih mengalami erupsi.

Demikian informasi terkini yang disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam konfrensi pers di Jakarta dan Badan SAR Nasional (Basarnas) melalui siaran pers Minggu (2/2/2014).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers yang berlangsung Minggu di Jakarta mengemukakan, korban ke-15 yang meninggal dunia bernama Surya Sembiring (24), warga Kabanjahe.

Surya dinyatakan meninggal pada pukul 08.00 WIB di Rumah Sakit Efarina Etaham. Selain 15 orang meninggal dunia erupsi Gunung Sinabung telah menyebabkan dua orang lagi mengalami korban luka bakar.

"Data sementara menunjukkan 15 orang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Sinabung dan dua orang kagi mengalami korban luka bakar masih di rumah sakit," kata Sutopo.

Dijelaskan pula, meninggalnya Surya Sembiring (24) terjadi setelah bersaama ayahnya saat Sehat Sembiring (40) dan kakeknya Dony Sembiring (70) pergi berziarah ke Desa Sukamekar. Saat itu mereka terjebak awan panas bersuhu 700 derajat Celsius yang keluar dari Gunung Sinabung yang kembali mengalami erupsi.

Sementara itu Basarnas melalui siaran persnya selain menginformasikan bertambahnya jumlah koirban juga mengemukakan, Tim Rescue Basarnas Medan dan Tim SAR TNI, POLRI, BPBD serta PMI dan masyarakat setempat terus melakukan tugas pencarian terhadap korban eripsi awan panas Sinabung yang belum ditemukan.

Dikemukakan oula, hingga pukul 13.00 kondisi lapangan di tempat musibah masih menunjukkan adanya erupsi. Pencarian oleh Tim SAR Gabungan iu sudah dilakukan seak Minggu pagi. Willy Pramudya/Warta Kota. (trbn/zamrudtv)


Dua Jurnalis Meninggal di Sinabung Pantas Disebut Pahlawan
15 orang tewas akibat terkena awan panas Gunung Sinabung. Mantan Kasad Pramono Edhie Wibowo turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya belasan korban awan panas Gunung Sinabung. Bahkan, dia menyatakan dua jurnalis yaitu Thomas Lakae dan Rizal Syahputra, yang tewas akibat terkena awan panas Gunung Sinabung, pantas disebut sebagai pahlawan kemanusiaan.

"Apa yang dilakukan Thomas dan Rizal Syahputra bagi saya adalah seperti layaknya seorang pahlawan kemanusiaan. Termasuk para relawan yang meninggal dalam menunaikan tugas saya sampaikan duka cita yang sama," kata Edhie dalam keterangannya, Minggu (2/2/2014).

Thomas Lakae dan Rizal Syahputra, lanjutnya, meninggal dikala menunaikan tugas mulia sebagai wartawan demi mendapatkan dan menyebarkan informasi perkembangan situasi wilayah bencana gunung Sinabung kepada masyarakat umum.

Edhie menghimbau khususnya pemerintah daerah untuk segera merelokasi warga desa tersebut.

"Untuk menghindari korban jiwa akibat bencana gunung Sinabung sebaiknya warga desa suka meriah dan sekitarnya untuk segera mengungsi. Saya berharap pemerintah daerah dapat mengerahkan tenaganya untuk dapat mencarikan tempat, sandang dan pangan bagi warga yang direlokasi tersebut," ucapnya.

Edhie menyatakan bahwa dirinya berniat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan Thomas.

"Saya beserta para relawan Badar (Barisan Pemuda Nusantara) yang biasa membantu saya di beberapa wilayah Indonesia akan menggalang dana kemanusiaan untuk diaumbangkan kepada keluarga mendiang Thomas. Saya berharap segera terkumpul sejumlah uang yang cukup untuk disumbangkan," jelas Edhie.

Lebih lanjut Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus berdoa bagi keselamatan warga sekitar gunung Sinabung dan mengajak Indonesia untuk meringankan beban warga setempat. (Okez/zamrudtv)

Monday, December 2, 2013

2.856 Anak di Sinabung Tetap Sekolah

Sebanyak 2.856 anak pengungsi korban letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara tetap sekolah. Sebelum status Gunung Sinabung dinyatakan awas (level IV( ada 1.316 anak yang sudah mengikuti proses belajar di sekolah-sekolah terdekat dengan lokasi pengungsian yang sudah ditentukan Dinas Pendidikan Kabupaten Karo.

Pasca penetapan status awas, jumlah anak sekolah yang ikut mengungsi bertambah 1.540 anak sehingga total menjadi 2.856 anak.
"Dengan belajar dari erupsi September 2010, saa ada 12 ribu jiwa pengungsi, penanganan anak sekolah dititipkan pada sekolah terdekat dari pos pengungsian," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPM Sutopo Purwo Nugroho.

Dia menambahkan, dalam penanganan saat ini, anak-anak yang ikut mengungsi dititipkan di sekolah-sekolah terdekat dengan mengandalkan guru dari sekolah yang bersangkutan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Sastra Tarigan menegaskan Pemkab Karo tetap memperhatikan pendidikan anak-anak korban pengungsi Sinabung.

Dengan bertambahnya jumlah pengungsi, kata dia, pihaknya segera mengantisipasi dengan mendata jumlah anak-anak sekolah di setiap titik pos pengungsian.
"Anak-anak pengungsi diusahakan tetap belajar meski di tenda darurat atau dititipkan di sekolah terdekatm" kata dia.

Sutopo menyebutkan 2.856 anak pengungsi itu terdiri dari 1.579 anak pelajar tingkat SD, 835 pelajar tingkat SMP dan 442 pelajar tingkat SMA. Kendala transportasi bagi siswa dari pos pengungsian ke sekolah akan diatasi dengan mengerahkan truk-truk TNI, POLRI, BPBD, Dinas PU dan Satpol PP.

Pada bagian lain, jumlah warga Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Tanah Karo, yang mengungsi ke Kabupaten Langkat mencapai 305 orang. "Para pengungsi itu ditampung di Balai Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat," kata petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Langkat di posko pengungsian Selamet di Sei Bingei.

Jumlah pengungsi terus bertambah dan sekarang sudah 305 orang dari sebelumnya 283 orang.

Sumber Media Cetak : Media Indonesia, 2 Desember 2013